Kemacetan Jakarta & Ekonomi
Akhir-akhir ini ibu kota kita tercinta dilanda suatu bencana kemacetan parah. Kemacetan ini tidak hanya terjadi di jalan raya utama namun sampai ke jalan-jalan kecil ditengah-tengah pemukiman penduduk yang padat. Sudah bukan hal eneh lagi untuk mencapai suatu tempat, harus memerlukan waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Faktor macet ini sudah menjadi perhitungan utama dalam setiap aktivitas penduduk dikota ini.
Kemacetan ini banyak sekali penyebabnya antara lain: pembangunan sarana jalan yang asal-asalan, pembangunan sarana busway yang serentak, adanya pengerjaan proyek baik swasta maupun dari pemerintah yang terkesan gali lobang tutup lobang pada lokasi yang sama atau berdekatan. Dan tidak kalah pentingnya adalah karakter pengguna jalan yang egois tidak mau antri sehingga sering main serobot.dampaknya tentu macet yang luar biasa. Selain itu karakter jakarta sebagai pusat ekonomi menyebabkan jakarta seolah menjadi madu bagi semut-semut (penduduk di luar jakarta) sehingga jakarta pada siang hari akan menampung beban penduduk yang luar biasa hebatnya.
Berbagai dampak negatif yang dapat ditimbulkan oleh kemacetan mulai dari dampak sosial, ekonomi, kesehatan dan lainnya. Coba kita perhatikan hanya dampak ekonominya saja. Hal-hal yang menjadi dampak ekonomi antara lain:
1.Inefisiensi waktu.
Untuk mencapai suatu tempat kerja misalnya seorang pegawai di daerah-daerah satelit sekitar jakarta, harus rela berangkat sepagi dan semalam mungkin untuk menghindari macet akibatnya si pegawai akan mengalami kelelahan dan menurunkan kinerjanya.Untuk distribusi barang tentu akan sering mengalami delay atau keterlambatan karena hambatan macet ini.
2.Membengkaknya beban biaya.
Membengkaknya biaya distribusi barang-barang produksi karena bertambahnya waktu akibat macet.Biaya bahan bakar yang digunakan ikut meningkat karena kendaraan yang sering berhenti-berhenti akan memakan BBM lebih besar jika dibandingkan dengan kecepatan konstan. Dampak delay dari distribusi barang tentu akan menyebabkan terkenanya pinalti/denda akibat keterlambatan pengiriman barang.
3. Meningkatnya resiko ketidakamanan.
Ketika macet sangat beresiko terkena pemalakan/segala macam pungli akibat jalan yang tersendat bahkan bisa jadi rawan tindak kejahatan. Tidak jarang kita mendengar kawanan preman yang beraksi ditengah kemacetan.
1. Mengubah paradigma Jakarta sebagai economic center menjadi economic sharing.
2. Membangun sentra ekonomi selain di Jakarta.
3. Membangun blok-blok ekonomi di Jakarta sehingga tidak terpusat di satu tempat di Jakarta.
4. Memberdayakan sarana transportasi yang ada saat ini. Tidak perlu membangun bus way namun cukup dengan bus2 reguler yang diberi jalur khusus dirasa cukup memadai.
Jumat, 11 Maret 2011
TOPIK PI KU
Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk membeli softlens
Softlens merupakan sebuah alat bantu untuk memperjelas pengelihatan seseorang yang menderita penyakit mata yaitu minus. Banyak para pengusaha tertarik untuk membuka usaha optik dengan menjual alat-alat mata seperti kaca mata, softlens maupun air soflens, karena banyak orang yang menggunakan softlens untuk asesoris semata untuk mempercantik diri atau pun membuat diri mereka semakin percaya diri dengan menggunakan softlens.
Sebenarnya softlens itu ada karena orang malas menggunakan kaca mata maka dari itu alternatif yang di gunakan yaitu dengan menggunakan softlens,kelebihan softlens dari kaca mata itu banyak maka dari itu banyak pengguna kaca mata beralih ke softlens, salah satu kelebihan dari sebuah softlens adalah banyak macam warna dan kreasi sesuai dengan yang kita inginkan.Dengan banyak nya minat beli masyarakat terhadap soflents maka banyak perusahaan memproduksi sofltens secara otomatis maka akan terjadi proses dinamakan pemasaran. Di dalam dunia usaha proses pemasaran sangatlah penting karena menentukan produk itu bakal diterima masyarakat atau tidak, di dalam pemasaran ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu marketing mix yang di antaranya perencanaan produk (product), Penetapan harga (price), Program promosi (promotion), Saluran distribusi (place). Dalam hal ini penetapan marketing mix sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan maka dari itu perusahaan melakukan analisi perilaku konsumen. Selain pemasaran ada beberapa kegiatan yang penting lainnya yaitu perusahaan harus memperhatikan apa yang di inginkan oleh konsumen supaya konsumen tidak pindah ke produk lain, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi konsumen membeli suatu barang atau produk, Serta mengapa konsumen mempunyai banyak kebutuhan yang lebih relatif singkat dan tentunya hal itu semua menggambarkan seberapa pentingnya analisis perilaku konsumen.
Analisis perilaku konsumen penting di pelajari oleh sebuah perusahaan, Khusus nya pada bagian pemasaran karena langsung berhadapan dengan konsumen, karena analisis perilaku konsumen dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi suatu perusahaan antara lain jenis produk yang di butuhkan, Siapa yang menggunakan produk tersebut, bagaimana minat dengan produk tersebut, bagaimana sikapnya terhadap produk tersebut, dan pertimbangan apa yang akan di jadikan pembuatan sebuah keputusan akhir konsumen. Apabila sebuah perusahaan dapat menjawab pertanyaan tersebut, barulah bagian pemasaran menjalankan kegiatan perencanaan konsep marketing mix. Salah satu kegunaan dari analisis perilaku konsumen adalah perusahaan dapat menjalankan strategi yang telah di buat untuk mencapai laba yang maksimal, memperoleh mangsa pasar dari produk yang telah di luncurkan serta dapat memperpanjang siklus hidup suatu produk.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk membeli softlens”.
Softlens merupakan sebuah alat bantu untuk memperjelas pengelihatan seseorang yang menderita penyakit mata yaitu minus. Banyak para pengusaha tertarik untuk membuka usaha optik dengan menjual alat-alat mata seperti kaca mata, softlens maupun air soflens, karena banyak orang yang menggunakan softlens untuk asesoris semata untuk mempercantik diri atau pun membuat diri mereka semakin percaya diri dengan menggunakan softlens.
Sebenarnya softlens itu ada karena orang malas menggunakan kaca mata maka dari itu alternatif yang di gunakan yaitu dengan menggunakan softlens,kelebihan softlens dari kaca mata itu banyak maka dari itu banyak pengguna kaca mata beralih ke softlens, salah satu kelebihan dari sebuah softlens adalah banyak macam warna dan kreasi sesuai dengan yang kita inginkan.Dengan banyak nya minat beli masyarakat terhadap soflents maka banyak perusahaan memproduksi sofltens secara otomatis maka akan terjadi proses dinamakan pemasaran. Di dalam dunia usaha proses pemasaran sangatlah penting karena menentukan produk itu bakal diterima masyarakat atau tidak, di dalam pemasaran ada beberapa hal yang perlu di perhatikan yaitu marketing mix yang di antaranya perencanaan produk (product), Penetapan harga (price), Program promosi (promotion), Saluran distribusi (place). Dalam hal ini penetapan marketing mix sangat penting dalam keberhasilan suatu perusahaan maka dari itu perusahaan melakukan analisi perilaku konsumen. Selain pemasaran ada beberapa kegiatan yang penting lainnya yaitu perusahaan harus memperhatikan apa yang di inginkan oleh konsumen supaya konsumen tidak pindah ke produk lain, apa saja faktor yang dapat mempengaruhi konsumen membeli suatu barang atau produk, Serta mengapa konsumen mempunyai banyak kebutuhan yang lebih relatif singkat dan tentunya hal itu semua menggambarkan seberapa pentingnya analisis perilaku konsumen.
Analisis perilaku konsumen penting di pelajari oleh sebuah perusahaan, Khusus nya pada bagian pemasaran karena langsung berhadapan dengan konsumen, karena analisis perilaku konsumen dapat memberikan kontribusi yang sangat besar bagi suatu perusahaan antara lain jenis produk yang di butuhkan, Siapa yang menggunakan produk tersebut, bagaimana minat dengan produk tersebut, bagaimana sikapnya terhadap produk tersebut, dan pertimbangan apa yang akan di jadikan pembuatan sebuah keputusan akhir konsumen. Apabila sebuah perusahaan dapat menjawab pertanyaan tersebut, barulah bagian pemasaran menjalankan kegiatan perencanaan konsep marketing mix. Salah satu kegunaan dari analisis perilaku konsumen adalah perusahaan dapat menjalankan strategi yang telah di buat untuk mencapai laba yang maksimal, memperoleh mangsa pasar dari produk yang telah di luncurkan serta dapat memperpanjang siklus hidup suatu produk.
Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut dilakukan penelitian yang berjudul “Faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen untuk membeli softlens”.
Indonesia Tanpa Korupsi
INDONESIA TANPA KORUPSI
Hal yang sangat sederhana mungkin kita bisa melihatnya dipinggir jalan, tunawisma akan berkurang drastis, warga dapat berobat gratis, kesehatan terjamin, pendidikan juga gratis, tidak hanya sampai sekolah dasar tapi bisa sampai perguruan tinggi (amin). Pengangguran berkurang, tindak kejahatan juga ikut berkurang, kesejahteraan rakyat terjamin, tidak ada pekerja dibawah umur, yang terpaksa meninggalkan masa bermainnya demi mencari sesuap nasi, semua warga selalu tersenyum, saling menghomati, tidak ada perselisihan antar umat beragama lagi. Dan masih banyak hal lainnya yang sangat indah untuk dibayangkan tetapi sulit untuk diwujudkan.
Tetapi sungguh sulit Indonesia tanpa korupsi, karena sudah mendarah daging, tak mengenal jabatan bahkan usia budaya korupsi itu, tanpa kita sadari, kita pun pernah melakukannya, entah sedikit atau banyak yang kita korupsi. Dari mulai mengambil uang kembalian orang tua, atau mengedit nota belanja. Kita mengetahuinya, bahkan kita melihatnya sendiri, tetapi apa yang kita lakukan?? Kita tidak dapat berbuat apa-apa karena kita hanya orang awam, kita hanya dapat meyerahkan masalah ini kepada lembaga / instansi yang memiliki wewenang penuh atas masalah ini. Kita hanya dapat menghilangkan kebiasaan korupsi pada diri kita sendiri seperti mengambil kembalian orangtua, sebisa mungkin sejak dini kita berusaha menghilangkan kebiasaan korupsi dari diri kita sendiri Setelah kita bisa menghilangkannya baru kita bisa berharap orang lain dapat melakukan hal yang sama.
Negara kita kini mulai mencoba untuk memperbaiki nya, didirikanlan KPK. Tetapi baru sejenak instansi tesebut berdiri, langsung mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita, yang tak mau bekerja sama, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan sendiri. Sebenarnya instansi yang menangani dibidang korupsi bukan hanya KPK saja tetapi masih banyak yang lainnya, jadi apabila KPK mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita instansi yang lainnya juga dapat menggantikan tugas KPK untuk memberantas korupsi.
Di bawah ini adalah instansi-instansi yang memiliki tugas yang sama dengan KPK:
1. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)
2. Kepolisian
3. Kejaksaan
4. BPKP
5. Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW)
Seharusnya selain didirikannya instansi yang memiliki tugas untuk memberantas korupsi lembaga hukum dapat memberikan hukuman secara tegas bagi koruptor, seperti hukuman mati dan sanki hukum maksimal bagi koruptor. Apakah akan ada pertentangan?
Pertentangan akan sangat hebat dan perlawanan pasti luar biasa, hanya yakinkah kita bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dari yang korups?. Jika yakin bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dijalankan maka jika tidak yakin lebih baik kita hentikan saja pemberantasan ini. Alasannya pasti hanya akan jadi ajang balas dendam dan permainan politik saja sehingga lebih parah dari dibiarkan saja dengan harapan alam yang menghukum bangsa Indonesia.
Kali ini kita sebagai bangsa kembali diuji. Dahulu kala yakinkah merdeka lebih baik padahal zaman Belanda adalah zaman normal? jawaban para pendiri NKRI dengan keyakinan yang tinggi dan dengan darah serta nyawanya memperjuangkan kemerdekaan dan ternyata merdeka lebih baik. Para pendiri Republik ini yakin dan sadar serta rendah hati mengatakan bahwa Rahmat allah yang maha kuasa membuat kemerdekaan Indonesia terjadi , saat ini kita sebagai bangsa harus yakin dan percaya jika kita bersungguh sungguh maka korupsi ini akan lenyap dari bumi Indonesia tetapi dengan kesungguhan, kerja keras , pengorbanan dan tentunya Rahmat allah Yang maha kuasa.
Kita semua hanya menjalani sepenggal sejarah bangsa Indonesia ini tetapi dari ribuan tahun yang lalu sejarah sudah berjalan dan itu atas rahmat Allah Yang maha kuasa. Sekarang tugas DPR adalah bagaimana membuat kondisi seperti bola salju yang mendukung pemberantasan Korupsi, rugi kalau yang dipikirkan dan dilakukan hanya untuk menggulingkan Pemerintahan saja. Alasannya nanti kita akan guling-guling saja terus sampai muncul dictator baru. Bagaimana jika Pemerintah tidak bersungguh sungguh memberantas korupsi, sebaiknya jangan tapi dukung dulu pemerintah untuk melakukan pemberantasan korupsinya. Nanti proses akan menemukan solusinya.
Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel di atas adalah Indonesia sedang mengalami hal yang sulit untuk memberantas korupsi dan lembaga hukum juga tidak memiliki ketegasan bagi para koruptor, dan masyarakat(khususnya kalangan bawah)hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada
.
Sumber: http://kompasiana.com
http://selamatkan-indonesia.net
Hal yang sangat sederhana mungkin kita bisa melihatnya dipinggir jalan, tunawisma akan berkurang drastis, warga dapat berobat gratis, kesehatan terjamin, pendidikan juga gratis, tidak hanya sampai sekolah dasar tapi bisa sampai perguruan tinggi (amin). Pengangguran berkurang, tindak kejahatan juga ikut berkurang, kesejahteraan rakyat terjamin, tidak ada pekerja dibawah umur, yang terpaksa meninggalkan masa bermainnya demi mencari sesuap nasi, semua warga selalu tersenyum, saling menghomati, tidak ada perselisihan antar umat beragama lagi. Dan masih banyak hal lainnya yang sangat indah untuk dibayangkan tetapi sulit untuk diwujudkan.
Tetapi sungguh sulit Indonesia tanpa korupsi, karena sudah mendarah daging, tak mengenal jabatan bahkan usia budaya korupsi itu, tanpa kita sadari, kita pun pernah melakukannya, entah sedikit atau banyak yang kita korupsi. Dari mulai mengambil uang kembalian orang tua, atau mengedit nota belanja. Kita mengetahuinya, bahkan kita melihatnya sendiri, tetapi apa yang kita lakukan?? Kita tidak dapat berbuat apa-apa karena kita hanya orang awam, kita hanya dapat meyerahkan masalah ini kepada lembaga / instansi yang memiliki wewenang penuh atas masalah ini. Kita hanya dapat menghilangkan kebiasaan korupsi pada diri kita sendiri seperti mengambil kembalian orangtua, sebisa mungkin sejak dini kita berusaha menghilangkan kebiasaan korupsi dari diri kita sendiri Setelah kita bisa menghilangkannya baru kita bisa berharap orang lain dapat melakukan hal yang sama.
Negara kita kini mulai mencoba untuk memperbaiki nya, didirikanlan KPK. Tetapi baru sejenak instansi tesebut berdiri, langsung mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita, yang tak mau bekerja sama, mereka hanya mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan sendiri. Sebenarnya instansi yang menangani dibidang korupsi bukan hanya KPK saja tetapi masih banyak yang lainnya, jadi apabila KPK mendapatkan hantaman keras dari penguasa negeri kita instansi yang lainnya juga dapat menggantikan tugas KPK untuk memberantas korupsi.
Di bawah ini adalah instansi-instansi yang memiliki tugas yang sama dengan KPK:
1. Tim Tastipikor (Tindak Pidana Korupsi)
2. Kepolisian
3. Kejaksaan
4. BPKP
5. Lembaga non-pemerintah: Media massa Organisasi massa (mis: ICW)
Seharusnya selain didirikannya instansi yang memiliki tugas untuk memberantas korupsi lembaga hukum dapat memberikan hukuman secara tegas bagi koruptor, seperti hukuman mati dan sanki hukum maksimal bagi koruptor. Apakah akan ada pertentangan?
Pertentangan akan sangat hebat dan perlawanan pasti luar biasa, hanya yakinkah kita bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dari yang korups?. Jika yakin bahwa Indonesia tanpa korupsi akan lebih baik dijalankan maka jika tidak yakin lebih baik kita hentikan saja pemberantasan ini. Alasannya pasti hanya akan jadi ajang balas dendam dan permainan politik saja sehingga lebih parah dari dibiarkan saja dengan harapan alam yang menghukum bangsa Indonesia.
Kali ini kita sebagai bangsa kembali diuji. Dahulu kala yakinkah merdeka lebih baik padahal zaman Belanda adalah zaman normal? jawaban para pendiri NKRI dengan keyakinan yang tinggi dan dengan darah serta nyawanya memperjuangkan kemerdekaan dan ternyata merdeka lebih baik. Para pendiri Republik ini yakin dan sadar serta rendah hati mengatakan bahwa Rahmat allah yang maha kuasa membuat kemerdekaan Indonesia terjadi , saat ini kita sebagai bangsa harus yakin dan percaya jika kita bersungguh sungguh maka korupsi ini akan lenyap dari bumi Indonesia tetapi dengan kesungguhan, kerja keras , pengorbanan dan tentunya Rahmat allah Yang maha kuasa.
Kita semua hanya menjalani sepenggal sejarah bangsa Indonesia ini tetapi dari ribuan tahun yang lalu sejarah sudah berjalan dan itu atas rahmat Allah Yang maha kuasa. Sekarang tugas DPR adalah bagaimana membuat kondisi seperti bola salju yang mendukung pemberantasan Korupsi, rugi kalau yang dipikirkan dan dilakukan hanya untuk menggulingkan Pemerintahan saja. Alasannya nanti kita akan guling-guling saja terus sampai muncul dictator baru. Bagaimana jika Pemerintah tidak bersungguh sungguh memberantas korupsi, sebaiknya jangan tapi dukung dulu pemerintah untuk melakukan pemberantasan korupsinya. Nanti proses akan menemukan solusinya.
Kesimpulan yang dapat diambil dari artikel di atas adalah Indonesia sedang mengalami hal yang sulit untuk memberantas korupsi dan lembaga hukum juga tidak memiliki ketegasan bagi para koruptor, dan masyarakat(khususnya kalangan bawah)hanya bisa pasrah menerima keadaan yang ada
.
Sumber: http://kompasiana.com
http://selamatkan-indonesia.net
Rabu, 22 Desember 2010
fungsi sikap dah pengaruhnya terhadap perilaku konsumen
Fungsi Sikap & Pengaruhnya Terhadap Perilaku Konsumen
Filed under: Uncategorized by widiantopriyo — Tinggalkan komentar
Desember 16, 2010
Perilaku Konsumen : Proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.
Fungsi Sikap : Fungsi penyesuaian, Ego Defensive, Ekspresi Nilai, dan Pengetahuan.
Untuk lebih memahami sikap perlu dipahami beberapa karakteristik sikap :
Fungsi Sikap
Daniel Katz membagi fungsi sikap dalam empat kategori sebagai berikut :
1. Fungsi Utilitarian
Melalui instrument suka dan tidak suka, sikap positif atau kepuasan dan menolak produk yang memberikan hasil positif atau kepuasan. Jadi, jika seseorang membutuhkan zat penghilang noda pada baju, lalu dia mendapatkan produk dengan merek C, dan setelah di konsumsikan ternyata zat dengan merek C itu dapat benar – benar menghilangkan noda, maka dia akan membentuk sikap positif terhadap merk C tersebut.
2. FungsiEgo Defensive
Orang cenderung mengembangkan sikap tertentu untuk melindungi egonya dari abrasi psikologis. Abrasi psikologis bisa timbul dari lingkungan yang kecanduan kerja. Untuk melarikan diri dari lingkungan yang tidak menyenangkan ini, orang tersebut mebuat rasionalisasi (dengan demikian menghindar dari anxiety dan citra yang negative) dengan mengembangkan sikap positif terhadap gaya hidup yang santai.
3. Fungsi value expensive
( Mengekpresikan nilai – nilai yang di anut ) fungsi itu memungkinkan konsumen untuk mengekpresikan
secara jelas citra dirinya dan juga nilai – nilai inti yang di anutnya. Misalnya : Mobil BMW mendukung mengekspresikan dirinya sebagai eksekutif yang sukses.
4. Fungsi Knowledge –organization
Karena terbatasnya kapasitas otak manusia dalam memproses informasi, maka orang cenderung untuk bergantung pada pengetahuan yang di dapat dari pengalaman dan informasi dari lingkungan.
5. Attitude Toward Object Model
Menggambarkan sikap terhadap object. Jadi bisa saja seseorang mengatakan dia suka coca-cola, yang berarti dia memiliki sikap positif terhadap coca-cola.
6. Attitude Toward Behaviour Model
Menggambarkan sikap terhadap prilaku, misalnya orang yang akan mebeli pesawat televise yakni bahawa jika dia membeli pesawat televisi , keluarganya akan lebih bahagia.
7. Theory of Reasoned Action Model
Model yang menguraikan teori tindakan yang nalar. Maksud prilaku di dasari oleh gabungan dari attitude toward behavior, keyakinan social dan normative tentang apakah perilaku pantas atau tidak pantas, dan motivasi untuk berprilaku sesuai dengan keyakinan normatif.
komentar : maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah Perasaan dari konsumen (positif dan negatif) dari suatu objek setelah dia mengevaluasi objek tersebut. Semakin banyak objek yang dievaluasi akan semakin banyak sikap yang terbentuk.
sumber : Prasetijo, Ristiayani.2005. Prilaku Konsumen. Jakarta : Andi Ofset
Filed under: Uncategorized by widiantopriyo — Tinggalkan komentar
Desember 16, 2010
Perilaku Konsumen : Proses yang dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku konsumen akan diperlihatkan dalam beberapa tahap yaitu tahap sebelum pembelian, pembelian, dan setelah pembelian. Pada tahap sebelum pembelian konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi (penggunaan produk), evaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.
Fungsi Sikap : Fungsi penyesuaian, Ego Defensive, Ekspresi Nilai, dan Pengetahuan.
Untuk lebih memahami sikap perlu dipahami beberapa karakteristik sikap :
Fungsi Sikap
Daniel Katz membagi fungsi sikap dalam empat kategori sebagai berikut :
1. Fungsi Utilitarian
Melalui instrument suka dan tidak suka, sikap positif atau kepuasan dan menolak produk yang memberikan hasil positif atau kepuasan. Jadi, jika seseorang membutuhkan zat penghilang noda pada baju, lalu dia mendapatkan produk dengan merek C, dan setelah di konsumsikan ternyata zat dengan merek C itu dapat benar – benar menghilangkan noda, maka dia akan membentuk sikap positif terhadap merk C tersebut.
2. FungsiEgo Defensive
Orang cenderung mengembangkan sikap tertentu untuk melindungi egonya dari abrasi psikologis. Abrasi psikologis bisa timbul dari lingkungan yang kecanduan kerja. Untuk melarikan diri dari lingkungan yang tidak menyenangkan ini, orang tersebut mebuat rasionalisasi (dengan demikian menghindar dari anxiety dan citra yang negative) dengan mengembangkan sikap positif terhadap gaya hidup yang santai.
3. Fungsi value expensive
( Mengekpresikan nilai – nilai yang di anut ) fungsi itu memungkinkan konsumen untuk mengekpresikan
secara jelas citra dirinya dan juga nilai – nilai inti yang di anutnya. Misalnya : Mobil BMW mendukung mengekspresikan dirinya sebagai eksekutif yang sukses.
4. Fungsi Knowledge –organization
Karena terbatasnya kapasitas otak manusia dalam memproses informasi, maka orang cenderung untuk bergantung pada pengetahuan yang di dapat dari pengalaman dan informasi dari lingkungan.
5. Attitude Toward Object Model
Menggambarkan sikap terhadap object. Jadi bisa saja seseorang mengatakan dia suka coca-cola, yang berarti dia memiliki sikap positif terhadap coca-cola.
6. Attitude Toward Behaviour Model
Menggambarkan sikap terhadap prilaku, misalnya orang yang akan mebeli pesawat televise yakni bahawa jika dia membeli pesawat televisi , keluarganya akan lebih bahagia.
7. Theory of Reasoned Action Model
Model yang menguraikan teori tindakan yang nalar. Maksud prilaku di dasari oleh gabungan dari attitude toward behavior, keyakinan social dan normative tentang apakah perilaku pantas atau tidak pantas, dan motivasi untuk berprilaku sesuai dengan keyakinan normatif.
komentar : maka dapat disimpulkan bahwa sikap adalah Perasaan dari konsumen (positif dan negatif) dari suatu objek setelah dia mengevaluasi objek tersebut. Semakin banyak objek yang dievaluasi akan semakin banyak sikap yang terbentuk.
sumber : Prasetijo, Ristiayani.2005. Prilaku Konsumen. Jakarta : Andi Ofset
keprobadian dan gaya hidup
Gaya Hidup/Kepribadian dalam hubungannya dengan Merek
S
ebuah merek – bah
kan sebuah mesin seperti mobil – bisa diilhami oleh pelanggan dengan aneka kepribadian dan karakteristik gaya hidup yang hampir sama.
Kelas produk
Beberapa merek perlu membuat keputusan posisioning yang menentukan yang melibatkan asosiasi-asosiasi kelas produk.
Para kompetitor
Untuk sebagian besar strategi posisioning, kerangka acuannya – baik itu eksplisit maupun implisit – adalah satu kompetitor atau lebih. Di by contoh kasus, kompetitor bisa menjadi aspek dominan dalam strategi posisioning. Ada dua alasan yang mendasari perlu mempertimbangkan posisioning yang berkenan dengan seorang kompetitor. Pertama, kompetitor mungkin mempunyai suatu pencitraan yang jelas sangat mengkristal dan telah dikembangkan selama bertahun-tahun, sehingga bisa digunakan sebagai jembatan untuk membantu mengkomunikasikan pencitraan dalam bentuk lain berdasarkan acuan itu. Kedua, kadang-kadang tidak penting seberapa bagus para pelanggan beranggapan/berpikir mengenai Anda; yang lebih penting mereka percaya bahwa Anda lebih baik ketimbang (atau barangkali sama bagusnya dengan) seorang kompetitor tertentu.
Posisioning dengan mengaitkan pada kompetitor bisa menjadi cara yang jitu untuk menciptakan suatu posisi yang terkait pada karakteristik produk tertentu, terutama harga kualitas (price-quality). Karena itu, produk-produk yang sulit dievaluasi, seperti produk-produk minuman keras, cenderung menggunakan kompetitor yang sudah mapan untuk membantu menjalankan tugas posisioning.
Posisioning dengan mengaitkan pada kompetitor bisa dilakukan lewat periklanan komparatif dimana seorang kompetitor dengan eksplisit disebutkan dan dibandingkan berkenaan dengan satu karakteristik produk atau lebih.
Negara atau Wilayah Geografis
Sebuah negara bisa menjadi simbol yang kuat, asalkan negara itu mempunyai hubungan yang erat dengan produk, bahan, dan kapabilitas. Karena itu, Jerman diasosiasikan dengan bir dan mobil-mobil ukuran besar, Italia de
dan barang-barang dari kulit, dan Perancis dengan mode pakaian dan parfum. Asosiasi-asosiasi ini bisa dieksploitasi dengan mengaitkan merek pada sebuah negara.
S
ebuah merek – bah
kan sebuah mesin seperti mobil – bisa diilhami oleh pelanggan dengan aneka kepribadian dan karakteristik gaya hidup yang hampir sama.
Kelas produk
Beberapa merek perlu membuat keputusan posisioning yang menentukan yang melibatkan asosiasi-asosiasi kelas produk.
Para kompetitor
Untuk sebagian besar strategi posisioning, kerangka acuannya – baik itu eksplisit maupun implisit – adalah satu kompetitor atau lebih. Di by contoh kasus, kompetitor bisa menjadi aspek dominan dalam strategi posisioning. Ada dua alasan yang mendasari perlu mempertimbangkan posisioning yang berkenan dengan seorang kompetitor. Pertama, kompetitor mungkin mempunyai suatu pencitraan yang jelas sangat mengkristal dan telah dikembangkan selama bertahun-tahun, sehingga bisa digunakan sebagai jembatan untuk membantu mengkomunikasikan pencitraan dalam bentuk lain berdasarkan acuan itu. Kedua, kadang-kadang tidak penting seberapa bagus para pelanggan beranggapan/berpikir mengenai Anda; yang lebih penting mereka percaya bahwa Anda lebih baik ketimbang (atau barangkali sama bagusnya dengan) seorang kompetitor tertentu.
Posisioning dengan mengaitkan pada kompetitor bisa menjadi cara yang jitu untuk menciptakan suatu posisi yang terkait pada karakteristik produk tertentu, terutama harga kualitas (price-quality). Karena itu, produk-produk yang sulit dievaluasi, seperti produk-produk minuman keras, cenderung menggunakan kompetitor yang sudah mapan untuk membantu menjalankan tugas posisioning.
Posisioning dengan mengaitkan pada kompetitor bisa dilakukan lewat periklanan komparatif dimana seorang kompetitor dengan eksplisit disebutkan dan dibandingkan berkenaan dengan satu karakteristik produk atau lebih.
Negara atau Wilayah Geografis
Sebuah negara bisa menjadi simbol yang kuat, asalkan negara itu mempunyai hubungan yang erat dengan produk, bahan, dan kapabilitas. Karena itu, Jerman diasosiasikan dengan bir dan mobil-mobil ukuran besar, Italia de
dan barang-barang dari kulit, dan Perancis dengan mode pakaian dan parfum. Asosiasi-asosiasi ini bisa dieksploitasi dengan mengaitkan merek pada sebuah negara.
produk posittioning
Positioning
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.
Re-positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.
De-positioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merk untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh paling nyata adalah dalam industri otomotif, Yamaha melakukan de-positioning untuk produk Vega R nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis, sebagai pesaing langsung produk murah dari china, produk supra fit dari honda dan Smash dari suzuki.
Strategi Positioning Produk
Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing. Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi positioning satu produk antara lain :
* Positioning pada fitur spesifikasi produk
* Positioning pada spesifikasi penggunaan produk
* Positioning pada frekuensi penggunaan produk
* Positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing
* Positioning melawan produk pesaing
* Positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk
* Positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur
Proses Positioning Produk
Pada umumnya, proses postioning produk melibatkan :
* Mendefinisikan ke segmen pasar mana produk tersebut akan disaingkan
* Mengidentifikasikan dimensi atribut dan kemasan untuk menentukan seberapa besar pasar
* Mengumpulkan informasi dari konsumen tentang persepsi mereka tehadap produk dan produk pesaing
* Mengukur seberapa jauh persepsi konsumen terhadap produk
* Mengukur seberapa besar pasar produk pesaing
* Mengukur kombinasi target pasar untuk menentukan variabel marketing dalam melakukan marketing mix
* Menguji ketepatan antara
o Daya saing produk kita dengan produk pesaing
o Posisi produk kita dalam persaingan
o Posisi vektor idela dalam marketing mix
* Positioning produk
Proses positioning untuk barang dan jasa sama saja, meskipun jasa tidak memiliki ujud fisik, namun prosesnya sama. Hanya saja karena jasa tidak memiliki visualisasi yang jelas, maka sebelum membangun positioning, kita harus bertanya kepada konsumen nilai tambah apa yang mereka inginkan dari layanan kita, mengapa mereka akan memilih jasa orang lain dibanding jasa kita ? dan apakah ada karakteristik khusus yang membedakan layanan kita dibanding perusahaan lain ?
Menuliskan nilai pembeda dari sudut pandang konsumen merupakan tahap awal proses positioning kita. Ujikan kepada orang yang belum mengenal apa yang kita lakukan dan apa yang kita jual, kemudian perhatikan ekspresi wajah merekan dan bagaiman mereka merespon kita. Pada saat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk kita karena mereka tertarik dengan prolog kita, maka kita sdah berada di jalur yang tepat.
Konsep Positioning
Secara umum, ada tiga tipe konsep postioning :
* Functional positions
o Pemecahan masalah
o Menyediakan manfaat bagi konsumen
#
Memperoleh persepsi yang menyenangkan dari investor
o
* Symbolic positions
* Peningkatan citra diri
* Identifikasi diri
* Rasa ikut memiliki dan tingkat penghargaan lingkungan terhadap perusahaan
* Membangun pengaruh yang cukup kuat dalam segmen pasar tertentu
* Experiential positions
* Mampu menstimulasi sensor motorik
* Mampu menstimulasi sensor kognitif
Posted in Manajemen Produk. 6 Comments »
Dalam pemasaran, positioning adalah cara yang dilakukan oleh marketer untuk membangun citra atau identitas di benak konsumen untuk produk, merk atau lembaga tertentu. Positioning adalah membangun persepsi relatif satu produk dibanding produk lain. Karena penikmat produk adalah pasar, maka yang perlu dibangun adalah persepsi pasar. Reposisi produk sangat ditentukan dari sudut pandang mana konsumen melihat citra produk kita, apabila kita menerapkan family branding dalam mengembangkan produk, maka keseluruhan citra perusahaan akan sangat mempengaruhi citra produk.
Re-positioning merupakan kegiatan yang melibatkan penggantian identitas produk , jalinan kompetitor yang ada dan mengubah citra yang ada di benak konsumen.
De-positioning merupakan kegiatan untuk mengganti jalinan kompetitor, tujuannya adalah untuk mengganti segmen pasar dan kegiatan ini mengharuskan pemilik merk untuk mengubah citra produk yang ada di benak konsumen. Contoh paling nyata adalah dalam industri otomotif, Yamaha melakukan de-positioning untuk produk Vega R nya dari segmen menengah ke segmen ekonomis, sebagai pesaing langsung produk murah dari china, produk supra fit dari honda dan Smash dari suzuki.
Strategi Positioning Produk
Kemampuan untuk mengidentifikasi peluang positioning merupakan ujian yang berat bagi seorang marketer. Keberhasilan satu positioning biasanya berakar pada berapa lama produk tersebut mempunyai keunggulan bersaing. Beberapa hal mendasar dalam membangun strategi positioning satu produk antara lain :
* Positioning pada fitur spesifikasi produk
* Positioning pada spesifikasi penggunaan produk
* Positioning pada frekuensi penggunaan produk
* Positioning pada alasan mengapa memilih produk tersebut dibanding pesaing
* Positioning melawan produk pesaing
* Positioning dengan melakukan pemisahan kelas produk
* Positioning dengan menggunakan simbol budaya/kultur
Proses Positioning Produk
Pada umumnya, proses postioning produk melibatkan :
* Mendefinisikan ke segmen pasar mana produk tersebut akan disaingkan
* Mengidentifikasikan dimensi atribut dan kemasan untuk menentukan seberapa besar pasar
* Mengumpulkan informasi dari konsumen tentang persepsi mereka tehadap produk dan produk pesaing
* Mengukur seberapa jauh persepsi konsumen terhadap produk
* Mengukur seberapa besar pasar produk pesaing
* Mengukur kombinasi target pasar untuk menentukan variabel marketing dalam melakukan marketing mix
* Menguji ketepatan antara
o Daya saing produk kita dengan produk pesaing
o Posisi produk kita dalam persaingan
o Posisi vektor idela dalam marketing mix
* Positioning produk
Proses positioning untuk barang dan jasa sama saja, meskipun jasa tidak memiliki ujud fisik, namun prosesnya sama. Hanya saja karena jasa tidak memiliki visualisasi yang jelas, maka sebelum membangun positioning, kita harus bertanya kepada konsumen nilai tambah apa yang mereka inginkan dari layanan kita, mengapa mereka akan memilih jasa orang lain dibanding jasa kita ? dan apakah ada karakteristik khusus yang membedakan layanan kita dibanding perusahaan lain ?
Menuliskan nilai pembeda dari sudut pandang konsumen merupakan tahap awal proses positioning kita. Ujikan kepada orang yang belum mengenal apa yang kita lakukan dan apa yang kita jual, kemudian perhatikan ekspresi wajah merekan dan bagaiman mereka merespon kita. Pada saat mereka ingin tahu lebih banyak tentang produk kita karena mereka tertarik dengan prolog kita, maka kita sdah berada di jalur yang tepat.
Konsep Positioning
Secara umum, ada tiga tipe konsep postioning :
* Functional positions
o Pemecahan masalah
o Menyediakan manfaat bagi konsumen
#
Memperoleh persepsi yang menyenangkan dari investor
o
* Symbolic positions
* Peningkatan citra diri
* Identifikasi diri
* Rasa ikut memiliki dan tingkat penghargaan lingkungan terhadap perusahaan
* Membangun pengaruh yang cukup kuat dalam segmen pasar tertentu
* Experiential positions
* Mampu menstimulasi sensor motorik
* Mampu menstimulasi sensor kognitif
Posted in Manajemen Produk. 6 Comments »
syarat-syarat segmentasi yg efektif
Untuk bisa memberi manfaat, segmen pasar harus mempunyai karakteristik berikut ini menurut Kotler, Bowen dan Makens (2002, p.265):
a) Dapat diukur ( measurable )
Sejauh mana ukuran dan daya beli segmen dapat diukur. Variabel segmentasi tertentu sulit diukur, seperti ukuran segmen remaja peminum minuman keras, terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
b) Dapat diakses ( accessable )
Sejauh mana segmen itu dapat diakses dan dilayani secara efektif.
c) Cukup besar ( substantial )
Sejauh mana segmen itu cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dilayani sebagai pasar. Sebuah segmen sebaiknya merupakan kelompok homogen yang secara ekonomi paling layak mendukung program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen itu. Sebagai contoh, area metropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis. Sebaliknya di kota kecil, restoran etnis tidak mungkin dapat bertahan.
d) Dapat dibedakan ( differentiable)
Sejauh mana segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda. Jika wanita yang telah menikah dan belum menikah memberikan tanggapan yang sama atas penjualan parfum, berarti diantaranya bukanlah segmen yang terpisah.
e) Dapat dilaksanakan ( actionable )
Sejauh mana program yang efektif dapat didisain untuk menarik melayani segmen – segmen tersebut.
Evaluasi Segmentasi Pasar
Pada saat mengevaluasi pasar, perusahaan harus memperhatikan tiga faktor (Kotler, Bowen dan Makens, 2002, pp.265-267), yaitu :
1) Ukuran dan pertumbuhan pasar.
Perusahaan akan menganalisa ukuran dan pertumbuhan segmen, kemudian memilih segmen yang memberikan peluang terbaik. Pertama-tama perusahaan harus mengumpulkan dan menganalisa data terakhir penjualan segmen saat ini, tingkat pertumbuhan, dan laba yang diharapkan dari berbagai segmen. Perusahaan akan menaruh minat pada segmen yang memiliki karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang tepat, namun hal ini bersifat relatif.
2) Daya tarik struktur segmen.
Perusahaan harus meneliti sejumlah faktor struktural utama yang mempengaruhi data tarik segmen dalam jangka panjang. Sebagai contoh, daya tarik segmen berkurang bila segmen itu telah memiliki banyak pesaing yang kuat dan agresif. Keberadaan banyak produk pengganti yang nyata atau yang potensial bisa membatasi harga dan keuntungan yang dapat diambil dari suatu segmen. Kekuatan relatif pembeli juga mempengaruhi daya tarik segmen, jika pembeli dalam sebuah segmen mempunyai kekuatan menawar yang relatif kuat terhadap penjual, maka akan mendesak harga untuk turun, menuntut kualitas dan layanan yang lebih, dan mengadu perusahaan satu dengan yang lain. Semuanya itu terjadi dengan mengorbankan keuntungan yang dapat diperoleh penjual.
3) Tujuan dan sumber daya perusahaan.
Sekalipun sebuah segmen memiliki ukuran dan pertumbuhan yang tepat serta secara struktural menarik, perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan tujuan dan sumber dayanya sendiri dalam hubungannya dengan suatu segmen.
a) Dapat diukur ( measurable )
Sejauh mana ukuran dan daya beli segmen dapat diukur. Variabel segmentasi tertentu sulit diukur, seperti ukuran segmen remaja peminum minuman keras, terutama yang alasannya karena berontak kepada orang tua.
b) Dapat diakses ( accessable )
Sejauh mana segmen itu dapat diakses dan dilayani secara efektif.
c) Cukup besar ( substantial )
Sejauh mana segmen itu cukup besar atau cukup menguntungkan untuk dilayani sebagai pasar. Sebuah segmen sebaiknya merupakan kelompok homogen yang secara ekonomi paling layak mendukung program pemasaran yang disesuaikan dengan kebutuhan segmen itu. Sebagai contoh, area metropolitan besar dapat mendukung beragam restoran etnis. Sebaliknya di kota kecil, restoran etnis tidak mungkin dapat bertahan.
d) Dapat dibedakan ( differentiable)
Sejauh mana segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan program bauran pemasaran yang berbeda. Jika wanita yang telah menikah dan belum menikah memberikan tanggapan yang sama atas penjualan parfum, berarti diantaranya bukanlah segmen yang terpisah.
e) Dapat dilaksanakan ( actionable )
Sejauh mana program yang efektif dapat didisain untuk menarik melayani segmen – segmen tersebut.
Evaluasi Segmentasi Pasar
Pada saat mengevaluasi pasar, perusahaan harus memperhatikan tiga faktor (Kotler, Bowen dan Makens, 2002, pp.265-267), yaitu :
1) Ukuran dan pertumbuhan pasar.
Perusahaan akan menganalisa ukuran dan pertumbuhan segmen, kemudian memilih segmen yang memberikan peluang terbaik. Pertama-tama perusahaan harus mengumpulkan dan menganalisa data terakhir penjualan segmen saat ini, tingkat pertumbuhan, dan laba yang diharapkan dari berbagai segmen. Perusahaan akan menaruh minat pada segmen yang memiliki karakteristik ukuran dan pertumbuhan yang tepat, namun hal ini bersifat relatif.
2) Daya tarik struktur segmen.
Perusahaan harus meneliti sejumlah faktor struktural utama yang mempengaruhi data tarik segmen dalam jangka panjang. Sebagai contoh, daya tarik segmen berkurang bila segmen itu telah memiliki banyak pesaing yang kuat dan agresif. Keberadaan banyak produk pengganti yang nyata atau yang potensial bisa membatasi harga dan keuntungan yang dapat diambil dari suatu segmen. Kekuatan relatif pembeli juga mempengaruhi daya tarik segmen, jika pembeli dalam sebuah segmen mempunyai kekuatan menawar yang relatif kuat terhadap penjual, maka akan mendesak harga untuk turun, menuntut kualitas dan layanan yang lebih, dan mengadu perusahaan satu dengan yang lain. Semuanya itu terjadi dengan mengorbankan keuntungan yang dapat diperoleh penjual.
3) Tujuan dan sumber daya perusahaan.
Sekalipun sebuah segmen memiliki ukuran dan pertumbuhan yang tepat serta secara struktural menarik, perusahaan-perusahaan harus mempertimbangkan tujuan dan sumber dayanya sendiri dalam hubungannya dengan suatu segmen.
Langganan:
Postingan (Atom)
